Berita >> Nasional >> Berita Terkini

Masyakarat Diminta Tunggu Hasil BPKP
BERITA - mediaindonesia.feedsportal.com - JAKARTA--MICOM: Ketua DPR yang juga Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR Marzuki Alie meminta masyarakat sabar menunggu hasil audit BPKP dan pemeriksaan oleh KPK mengenai dugaan penyelewengan anggaran dalam pelaksanaan berbagai proyek di DPR. Lihat Sumbernya
  Masyakarat Diminta Tunggu Hasil BPKP
 
Oleh : raja
Share your post using our widget Infogue Widget
Artikel Terkait (by tag / keyword)
JAKARTA--MICOM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kamis (21/4) hari ini kembali melakukan penandatangan MoU atau nota kesepahaman kerjasama pemberantasan korupsi.
JAKARTA--MICOM: Ketua DPR Marzuki Alie mengusulkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan seluruh pimpinan DPR untuk mengembalikan fungsi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
61 orang pegawai KPK berasal dari BPKP berstatus diperbantukan.
Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) telah dikirimkan melalui pos mulai hari ini, Senin (16/5/2011).Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Oji Mahroji pun meminta agar para siswa menunggu hasil di rumah saja."
Ketua DPR Marzuki Alie berharap Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kembali diaktifkan setelah sempat beku untuk membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.
 


0 Komentar
Sepi ya ... ayo komentar dooong!
Tulis Komentar
Silakan login menggunakan account infogueID untuk berkomentar

 





Top Article - Berita Terkini

367     Prediksi Badai Matahari 2012 oleh Tim NASA
345     Angelina Sondakh Resmi Tersangka
282     Nias Mantap Keluar dari Sumatera Utara
282     Koalisi tak Biarkan Demokrat Ambil Untung ...
282     Kerugian Gelombang Pasang Sumbar Rp2,5 Miliar

New Article - Berita Terkini

1     Berkas Wa Ode Masuk Tahap Penuntutan
1     Peti Jenazah Mulai Dibawa Ambulans
1     Ibu dan Anak Ditemukan Tewas di Rumahnya
1     Bupati Belum Lihat Izin Penggalian Gunung ...
1     Polisi Didesak Cabut BAP Kasus Radio Demos